Rabu, 31 Desember 2025

Review Buku Platina Data dari Keigo Higashino

Buku Keigo Higashino yang berjudul Platina Data


      Setelah sekian lama nggak nulis review buku lagi karena emang reading slump+writing slump+sibuk parah, akhirnya aku nulis lagi di sini. Huhuhu.

     Di tulisan ini aku mau nulis isi pikiranku setelah baca Platina Data dari Keigo Higashino, yang ternyata jadi salah satu buku terbaik Keigo versiku. Bingung mau nulis dari mana, soalnya ada banyak hal yang pengen aku sampaiin di sini, mulai dari penokohan yang unik, alur yang tak terduga, ilmu terkait suatu bidang khususnya cyber security, sama tentang pesan yang ingin disampaikan Keigo lewat buku ini.

Isi Buku:

     Buku ini diawali pembunuhan seorang perempuan di sebuah hotel, di mana di situ ditemukan rambut yang diduga milik tersangka. Sebagai seorang polisi yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus ini, Asama diminta untuk membawa sampel rambut ini ke suatu "badan milik negara", untuk dilakukan uji data DNA rambut tersebut. Yang menarik perhatian di sini adalah, ternyata dari sebuah sampel rambut, "badan milik negara ini" bisa langsung melakukan visualisasi pemilik rambut secara langsung. Semisal, tinggi badan sekian cm, jenis rambut, dan membuat montase muka yang mirip dengan fotonya. Terlihat menakjubkan, kan?

     Kagura Ryuhei, adalah salah satu pengembang sistem DNA tersebut. Dia berambisi untuk mengumpulkan DNA seluruh warga Jepang, agar negara tersebut minim kriminal. Di pikirannya, ketika DNA mereka telah terdaftar di sistem, maka warga akan berpikir ulang untuk melakukan kejahatan. Hingga akhirnya, muncul suatu kasus yang sulit diselesaikan: sampel DNA yang ditinggalkan pelaku di lokasi kejadian menunjukkan: Not Found 13 (NF 13), alias tidak terdaftar di sistem DNA manapun.

     Di tengah kebingungan Kagura terkait kasus ini, "otak asli dari pengembang sistem" ditemukan tewas tertembak. Parahnya lagi, tewasnya orang ini menjadikan Kagura sebagai buronan polisi dengan musuh yang sama sekali tidak dia duga.


Opini terhadap buku:

     Baca ini perasaan super campur aduk: penasaran, kesel, sedih dan lega di beberapa bagian. Tapi yang jelas, buku ini bagus banget, aku bingung mulai dari mana bahasnya. Jadi, aku mau coba jabarin satu per satu alasanku menyukai buku ini.

Penokohan yang unik

     Sebenarnya ini mini spoiler terkait karakter tokoh, tapi menurutku ini malah jadi nilai jual. Jadi di sini diceritakan bahwa Kagura Ryuhei ternyata memiliki kepribadian ganda atau Alter Ego. Buat yang pernah nonton Kuroko no Basuke, pasti nggak asing dengan karakter Akashi Seijuuro. Dan menurutku, penjabaran alter ego-nya Kagura lebih matang dan mendetail.

     Nah Kagura dengan "dia" (kepribadiannya yang lain) punya kepribadian yang sangat bertolak belakang. Di mana Kagura orangnya sangat logis, segalanya harus punya data dan alasan yang kuat, sementara "dia" adalah sosok yang bebas dan "naif". Mereka sendiri kalau berinteraksi biasanya lewat surat. Jadi untuk berubah ke kepribadiannya yang lain, Kagura perlu suatu obat. Sehingga sebelum minum obat, biasanya dia menulis surat. Tentu saja di sini dia diawasi oleh Profesor Minakami, yang menjadi psikiater Kagura.

     Saat baca bagian ini, aku seperti baca bukunya Carl Jung, soalnya riset Keigo terkait psikoanalisa tuh cukup mendalam. Bahkan secara tidak langsung ditunjukkan mengapa kepribadian Kagura yang lain ini bisa muncul. Kurang lebih mirip Akashi ya untuk asal mulanya, di mana alter ego ini muncul ketika dia mengalami perasaan terguncang yang hebat. Kalau yang aku tangkap sih, dari suatu trauma yang menimbulkan banyak ketakutan, akan menutupi "diri kita yang lain".

    Dengan penokohan yang unik inilah, aku jadi penasaran dengan kelanjutan interaksi Kagura dan "dia". Di mana ini jadi salah satu poin yang bikin aku engaged dengan buku ini.

Alur yang tidak terduga

     Yahh, seperti biasa. Keigo emang jago bikin plot twist berlapis. Di setiap bab, aku kayak disuguhkan fakta baru yang bikin hah hoh. Lumayan bikin deg-degan, siapa lagi ya korbannya? Walaupun buku ini lebih fokus ke pengembangan karakter Kagura, tapi tetap aja alurnya ini seru banget untuk dinikmati. Apalagi pas bagian Kagura dikejar-kejar polisi, berasa ikutan kabur-kaburan juga.

Satire ke pemerintah

     Buku ini nggak jauh-jauh dari keamanan data warga dan "policy" yang dibuat pemerintah. Di mana sebagai warga biasa, kita dipaksa untuk menyerahkan data-data pribadi bahkan dipaksa dengan sebuah regulasi. Sementara petinggi malah diberikan kebebasan untuk "dilindungi datanya".

     Belum lagi tentang gimana RUU yang sering disahkan diam-diam, padahal banyak publik yang menolaknya. Kurang lebih seperti itulah isi buku ini.

Pesan yang ingin disampaikan Keigo di buku ini:

     Untuk pesan sih sebenarnya personal ya, tapi kalau menurut pendapatku, salah satu yang menonjol di sini adalah tentang minat dan perasaan. Banyak orang yang mengesampingkan perasaan karena takut nggak bisa berpikir jernih. Takut mengembangkan minat, karena merasa buang-buang waktu. Di sini, Kagura yang digambarkan sebagai sosok yang cerdas dan sistematis, ternyata di alam bawah sadarnya dia mendambakan kehidupan yang bebas, di mana dia bisa berkarya dengan kedua tangannya untuk menghasilkan karya seni. Dia yang terlihat tidak tertarik dengan perempuan manapun, ternyata di alam bawah sadarnya dia mencintai seseorang tanpa memandang rupa. Memang sih, dalam hidup ini kita harus logis dan sistematis, tapi jangan sampai surpress our feeling karena ujungnya itu akan menyakiti jiwa kita.

     Selain tentang perasaan dan minat, ada lagi pelajaran tentang gimana realita di pemerintahan. Memang sih, kita pasti nggak bisa nerima ya ketika pemerintah melakukan sesuatu yang nggak adil atau mengeluarkan policy yang aneh. Tapi, semisal kita nggak punya power yang cukup dan maju sendirian, ya pasti susah, mau seidealis apapun, kemungkinan besar pasti kalah. Faktanya hierarki kekuasaan itu akan selalu ada. Beda lagi dengan people power, mungkin ada kemungkinan untuk menang, tapi kalau pemerintah ujungnya memainkan suatu regulasi? Ya uneg-uneg kita dianggap angin lalu. Sebagaimana dalam novel ini, ketika masyarakat Jepang menolak RUU terkait kewajiban warga untuk setor DNA, pada ujungnya pemerintah akan mencari cara supaya RUU tetap sah. "Pemerintah akan merampungkan urusannya dengan oposisi", kurang lebih seperti itu yang terjadi di buku ini. Dan pada akhirnya, penggunaan DNA ini malah menunjukkan hierarki kekuasaan yang sesungguhnya.

     Untuk ending-nya, aku terharu dan campur aduk. Setelah semua ini, Kagura benar-benar mengalami perkembangan karakter.

     Meskipun buku ini salah satu buku terbaik dari Keigo versiku, bukan berarti isinya sempurna. Tetap ada kekurangannya, hanya saja kekurangannya tidak mengurangi penilaianku bahwa buku ini salah satu buku terbaik karyanya. Misalnya, ada bagian cerita yang sebenarnya kurang perlu dijelaskan karena tidak mendukung alur maupun pemecahan isu. Atau misal, penjabaran tentang sistem pelacakan DNA ini menurutku kurang mendalam ya, beberapa kayak "yaudah gitu". Tapi aku paham, kalau semisal dijabarkan terlalu detail jatuhnya malah terkesan "berat".

     Sekian ulasan Buku Platina Data dari Keigo Higashino dariku! Terima kasih buat yang udah baca review ini.


Senin, 22 Desember 2025

Selamat Hari Ibu!

      Selamat Hari Ibu!

Untuk doa-doanya di sepertiga malam yang tak pernah terputus,

Untuk segala tirakat yang dilakukan demi kesuksesan anak-anaknya,

Yang selalu percaya bahwa anaknya akan bangkit di waktu terpuruk,

Yang selalu kompromi dengan segala jenis sifat anak-anaknya,

Untuk segala pengorbanan yang tidak terhingga,

Tempat ternyaman saat badai menghadang,

Dan sumber terbesar doa yang hingga saat ini telah membawaku jauh melangkah,


Selamat Hari Ibu! Semoga panjang umur, sehat selalu dan senantiasa diberkahi Allah SWT. Aamiin.

Jumat, 12 Desember 2025

Perpustakaan Kantor

      Salah satu hobiku adalah baca buku, dan kita tau sendiri lah yaa, in this economy, di mana gaji segitu-gitu aja, tapi harga buku terus meningkat. Mau beli buku pun mikir-mikir juga, kalau bukan yang suka bangett ya mending skip dulu buat nggak beli.

     Terus kan ya, perpustakaan di Indonesia tuh nggak banyak, apalagi di daerah yang bukan kota besar. Bahkan, di kota besar semacam Jakarta pun, beberapa perpustakaan yang pernah aku kunjungi, tidak semuanya punya koleksi yang update. Entah karena ada masalah anggaran untuk pengadaan mereka, atau emang pustakawannya bukan yang ngikutin perkembangan buku (judging bgt). TAPI, aku bersyukur bgt karena perpustakaan kantorku termasuk yang koleksinya update.

     Jarang-jarang ya, ada kantor yang punya perpustakaan. Makanya, aku bersyukur bgt ditempatkan di kantor yang punya perpustakaan cozy dengan koleksi yang selalu diperbarui. Ada banyak buku yang aku baru bisa baca, pas pinjam di perpustakaan kantor. Bahkan, kalau aku usul buku, beberapa sering disetujui. Jadi form usulan buku bukan formalitas aja, tapi emang beneran dijadiin referensi buat pengadaan buku ke depannya.

     Kadang mikir, Allah tuh memang sebaik-baiknya perencana. Meskipun gajiku bukan yang gede bgt (tapi masih bersyukur), tapi setidaknya aku masih bisa menikmati hobiku karena kantor menyediakan buku-buku untuk kubaca di perpustakaannya. Dan, untuk pegawai kantor tentu saja boleh pinjam untuk dibawa pulang.

     Sekian dan terima kasih, cuma pengen cerita aja soalnya udah lama nggak nulis di blog ini. HEHEHE.

Senin, 16 Juni 2025

Si Tampan dan Jagoan, Kucingku Jonan




      Akhirnya tiba juga saat ini, di mana Jonan akan melanjutkan petualangannya lebih jauh, dan tidur siangnya tidak akan terganggu.

     Jonan, salah satu kucing dari trio oren, yang ditemukan di sawah saat jalan pagi. Saat itu mereka masih kecil, bahkan matanya belum terbuka sempurna. Di tengah kesedihan karena Zul, Tito, Mae meninggal, sebulan kemudian datanglah trio oren, yang kemudian mengisi hari-hari selama beberapa bulan ini.

     Sejak kecil, Jonan adalah kucing yang paling gesit dan kuat. Paling sehat, karena makannya gak pilih-pilih seperti Waras, saudaranya. Tapi tetap, dia paling suka kalau aku beri ayam rebus atau makanan basah rasa tuna. Alhasil, badan dia paling besar dibanding 2 saudara lainnya, karena dia suka makan apapun.

Senin, 31 Maret 2025

Selamat Idulfitri 1446 H!

      Alhamdulillah, kita bisa menyambut hari kemenangan dengan suka cita. Setelah 30 hari berpuasa, shalat tarawih, tadarus dan membayar zakat, kita bisa menyambut hari ini dengan kebahagiaan sebagai umat muslim.

     Selamat Idulfitri 1446 H semua! Semoga kita dipertemukan dengan Idulfitri tahun depan bersama keluarga yang utuh. Aamiin.